Selasa, 18 Ogos 2015

jalan lurus


Islam ada jalan lurusnya sendiri  menuju destinasi yang pasti namun mengapakah jalan berliku dipilih untuk menaikkan islam itu?

Jalan lurus itu terbentang dipetakan AlQuran dan kita dibekalkan kompas AlHadis sebagai penunjuk.ulamak sebagai penyuluh namun kita kian masuk kepersimpangan yang konon dari persimpangan itu kita akan menuju jua destinasi melalui jalan lain.

Padahal kita kian sesat dipersimpangan yang semakin kita masuk semakin banyak pula persimpangannya.sehingga jalan lurus itu semakin jauh dari kita hatta untuk kembali pun menjadi agak mustahil.

Lalu masing masing mengatakan inilah jalannya,inilah jalannya,dalam bingung itu kita semakin jauh tersesat.

.Sesungguhnya kalian akan mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, bahkan sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun pasti kalian turut mengikutinya.” Kami (sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah yang diikuti itu Yahudi dan Nasrani?” Baginda menjawab, “Siapa lagi?” (Sahih Muslim).

Baca maksud surah AlFateha yang antaranya "tunjukkanlah kami jalan yang lurus"
Iaitu jalan mereka yang berolih nikmat"
"Bukan jalan mereka yang engkau murkai"
"Bukan jalan mereka yang engkau sesatkan".

Namun kita masih saja redha menuruti dan menganuti jalan yahudi dan nasara itu dan berbangga melaungkan kalimah ketika melangkah kian berpecah disetiap liku yang kian bersimpang.

2 ulasan:

Anda bertanggungjawab diatas setiap ulasan anda terhadap apa apa yang menyalahi agama ataupun perundangan negara.